|
Rabu, 13 Mei 2009 |
|
Sebagus apa pun sebuah agama atau ajaran, tidak akan memiliki arti dan manfaat jika hanya tersimpan dalam ide dan pikiran pemiliknya, tanpa disebarkan dan disiarkan kepada orang lain. Semuanya akan tinggal menjadi puing-puing yang tidak bernilai dan tidak bermanfaat. Karena itu, penyebaran dan penyiaran Agama Islam sebagai petunjuk hidup yang autentik, komprehensip, dan rasional adalah salah satu dari inti perintah penting Allah swt. Namun, kenyataan menunjukkan bahwa penyiaran Agama Islam dewasa ini tertinggal dibandingkan dengan penyiaran agama, konsep, dan ide lain. |
|
|
Rabu, 04 Maret 2009 |
|

”Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesunguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (Q.S. An Nahl (16): 97) |
|
|
Selasa, 04 November 2008 |
|
Al-Qur’an sebabagi sebuah kitab suci dan pedoman hidup kaum Muslimin telah, sedang dan akan selalu ditafsirkan. Karena itu, dalam pandangan kaum Muslimin tafsir al-Qur’an adalah istilahyang sangat mapan. Bagaimanapun, akhir-akhir ini istilah hermeneutika al-Qur’an (Quranic hermeneutics) sering digemakan oleh para orientalis dan para pemikir Muslimin modernis seperti Hassan Hanafi, Fazlur Rahman, Mohamed Arkoun, Nasr Hamid Abu Zayd, Amina Wadud Muhsin, Ashgar Ali Engineer, Farid Esack dan lain-lain. Padahal istilah hermeneutika, adalah kosa kata filsafat Barat, yang juga sangat terkait dengan interpretasi Bibel. |
|
|
Selasa, 04 November 2008 |
|
Setiap agama memiliki kitab keagamaan, dan setiap kitab keagamaan memiliki sejarah dan tradisi pemahamannya sendiri-sendiri. Problem pemahaman teks suatu agama tidak dapat diselesaikan oleh metode pemahaman teks agama lain. Sebagaimana juga problem undang-undang suatu Negara tidak dapat diselesaikan oleh undang-undang Negara lain. Berbagai kajian di kalangan cendekiawan Kristen sendiri menujukkan bahwa teks Bible baik secara historis maupun teologis memang bermasalah. Karena problem teks yang dihadapi para teolog Kristen inilah, maka mengapa hermeneutika asal Yunani itu diperlukan untuk menginterpretasikan Bible. Kajian berikut ini akan mengelaborasi di seputar teks Bible, hermeneutika dan respon gereja terhadapnya. |
|
|
Senin, 30 Juni 2008 |
|
Sejumlah ayat al-Quran menjelaskan bahwa kehancuran suatu negeri atau sebuah peradaban bukan hanya terkait dengan aspek “hukum alam” semata, dan terlepas dari al- campur tangan al-Khaliq, Allah SWT. Dalam keyakinan kita sebagai kaum Muslim, suatu musibah atau bencana pasti terjadi atas kehendak Allah. Dan Allah sudah menjelaskan melalui wahyu-Nya, mengapa suatu bencana atau azab itu ditimpakan kepada umat manusia. |
|
|
Senin, 30 Juni 2008 |
|
Masih ingat Lia Eden? Dia mendakwahkan dirinya sebagai Jibril Ruhul Kudus. Lia, yang mengaku mendapat wahyu dari Allah, pada 25 November 2007, berkirim surat kepada sejumlah pejabat negara. Kepada Ketua Mahkamah Agung RI, Bagir Manan, Lia berkirim surat yang bernada amarah. ”Akulah Malaikat Jibril sendiri yang akan mencabut nyawamu. Atas Penunjukan Tuhan, kekuatan Kerajaan Tuhan dan kewenangan Mahkamah Agung Tuhan berada di tanganku,” tulis Lia dalam surat berkop ”God’s Kingdom: Tahta Suci Kerajaan Eden”. Jadi, mungkin baru ada di Indonesia, ”Malaikat Jibril” berkirim surat dan ”ganti tugas” sebagai ”pencabut nyawa.” |
|
|
|