Advertisement
Advertisement
Dai dan Guru Kota Metro Ikuti Pelatihan Manajemen Dakwah
Senin, 18 Januari 2010

‘’Da’i adalah ujung tombak dakwah yang akan menentukan masa depan ummat. Da’i adalah orang-orang terhormat di hadapan Allah, Rasul, dan manusia,’’ tandas Ustadz H Nazir Hasan, Ketua Dewan Da’wah Propinsi Lampung, dalam sambutannya pada acara Pelatihan Manajemen Dakwah Berbasis Masjid di Kota Metro, Lampung Tengah, Jumat malam (16/1).

 

Pelatihan yang diselenggarakan Dewan Da’wah Kota Metro itu, diikuti sekitar 90 ustadz dan guru dari Kota Metro, Kabupaten Lampung Tengah, dan Tulang Bawang.

 

Bertempat di aula Gedung Pemkot Metro, pelatihan menghadirkan pembicara Dari Dewan Da’wah Pusat, Dewan Da’wah Propinsi Lampung, dan Dewan Da’wah setempat.

 

Sebagai orang terhormat, lanjut H Nazir, para da’i mestilah berperilaku terhormat pula. Diantaranya, meninggalkan rokok. ‘’Kita harus berani talak tiga pada rokok,’’ tegas H Nazir, sambil menuturkan pengalamannya berhenti merokok. Menurutnya, menghentikan kebiasaan merokok bukan hal mustahil, asalkan diniatkan sebagai jihad bin nafsik.

 

Sementara itu, Ustadz Mastoto, da’i Dewan Da’wah Metro, menuturkan bahwa Dewan Da’wah eksis di Kota Metro sejak 1968 dengan markas di Masjid Al Jihad yang terletak di Jalan Cut Nya’ Dien.

 

‘’Saat ini kami mengkoordinir kegiatan 16 masjid Dewan Da’wah dengan 25 da’i,’’ ungkap Mastoto.

 

Program unggulan Dewan Da’wah Metro adalah lembaga pendidikan Al Muhsin yang mengelola pesantren dan sekolah sejak TK hingga SMA. ‘’Alhamdulillah, program pendidikan Al Muhsin merupakan terbaik yang kedua di seluruh propinsi Lampung Tengah,’’ ujar Mastoto.

 

Pemberdayaan da’i pedalaman merupakan program unggulan berikutnya. ‘’Desa-desa transmigran di daerah terpencil sangat rentan terhadap pemurtadan. Sesuai amanat Allahu yarham Pak Natsir, kita harus mengirimkan dan memberdayakan da’i-da’i ke daerah tersebut,’’ tutur Ketua Dewan Da’wah Metro.

 

Selama pelatihan yang berlangsung hingga Ahad (18/1), para peserta mendapat suntikan materi manajemen da’wah, strategi fundraising, karakter kepribadian da’i, kristologi, dan sebagainya.

 

Pada malam terakhir, peserta mengikuti tabligh akbar di Masjid Al Mujahidin yang terletak di seberang Kantor Pemkot. Tabligh Akbar menghadirkan pembicara Ustadz Misbahul Anam dari Dewan Da’wah Pusat. (bowo)

 

Image 

Daurah Manajemen Dakwah berbasis Masjid di Metro Lampung (16/1)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >