|
Allah Berfirman : “dan hendaklah kalian menyempurnakan bilangan (Ramadhan) dan mengagungkan Allah (dengan bertakbir), mudah-mudahan kalian menjadi orang yang bersyukur”. Q.S. Al Baqarah ayat 184.
Rasulullah SAW bersabda : Dari Rib’i bin Hirasy dari Abu Mas’ud al-Anshari RA, ia berkata : “orang banyak berselisih pendapat pada akhir Ramadhan, maka datanglah dua orang arab Badui bersaksi atas nama Allah dihadapan Nabi SAW bahwa mereka melihat hilal (1 Syawal) kemarin sore. Maka Rasulullah SAW memerintahkan orang banyak untuk membatalkan puasanya dan menyuruh berhari raya keesokan harinya ditempat sholat mereka.” Shahih Abu Dawud (2051) Bahwa pada dasarnya penentuan awal dan akhir Ramadhan adalah dengan melihat hilal (ru’yat) dengan dukungan data hisab yang teliti dan akurat. Dan bahwa hitungan hari dalam satu bulan terkadang 29 hari atau 30 hari (ayyaman ma’dudat, Q.S. 2 : 184) Berdasarkan hasil sidang Itsbat Ormas Islam bersama Kementerian Agama RI pada hari senin, 29 Agustus 2011 bertepatan dengan 29 Agustus 2011 setelah mendengarkan laporan pelaku Ru’yah oleh Kanwil Agama di 31 titik di seluruh wilayah Indonesia menyatakan TIDAK MELIHAT HILAL. Sesuai dengan hadits Rasulullah SAW yang artinya “berpuasalah kamu ketika melihat hilal dan berbukalah (idul fitri) jika melihat hilal. Jika hilal terhalang, maka sempurnakanlah Ramadhan 30 hari” (muttafaq ‘alaih) Dengan demikian Ramadhan tahun 1432 H/2011 M disempurnakan 30 hari, maka 1 Syawal 1432 H jatuh pada hari Rabu tanggal 31 Agustus 2011. Kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat diserukan untuk menjunjung tinggi syiar hari raya Islam dengan semangat ukhuwah dan nilai-nilai kebersamaan yang tinggi, saling berfastabiqul khairat, menghargai dan menghormati keyakinan masing-masing. DEWAN DA’WAH ISLAMIYAH INDONESIA H. Syuhada Bahri Ketua Umum
|