|
Jamaah mulai berdatangan ke masjid Al Furqan sejak pukul 06.00 untuk melaksanakan Sholat Idul Adha 1432. Menjelang pelaksanaan Sholat Idul Adha, Ratusan jamaah sudah memadati halaman masjid Al Furqan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia di kawasan Kramat Raya 45 Jakarta Pusat.
Masjid Al Furqan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia pada hari ahad 6 November 2011 mengadakan sholat Idul Adha 1432 Hijriyah. Pelaksanaan sholat idul Adha berlangsung di halaman Masjid Al Furqan dan dihadiri lebih dari lima ratus orang jamaah yang memadati halaman masjid. Tampil sebagai khotib dalam sholat Idul Adha 1432 ini ialah Prof. Dr. H. Hamdan Zoelva, SH, MH, salah seorang Hakim Mahkamah Konstitusi RI. Dalam khutbahnya yang berjudul Momentum Idul Adha untuk menegakkan Keadilan Sosial, Hamdan mengatakan bahwa Idul Adha dengan mengumandangkan takbir, tahmid dan tahlil adalah tanda kemenangan bagi ummat Islam, yaitu kemenangan mempertahankan keimanan, keislaman serta kepatuhan kepada Allah SWT. “Momen Idul Adha ini hendaknya dapat dijadikan renungan kembali, apa makna yang terkandung dalam hari raya ini, bagi kehidupan kita sebagai seorang muslim, anggota masyarakat, bangsa dan negara dimanapun berada”, ujar pria kelahiran Bima, Nusa Tenggara Barat, 21 Juni 1962 ini. Hamdan mengatakan bahwa Idul Adha dan perintah kurban tidak saja mengandung makna ritual semata dalam hubungan antara manusia dan Allah SWT, namun ada ketaatan dan ketulusan untuk melaksanakan perintah Allah tersebut dengan megharap pahala dari Allah semata, bukan mengharap yang lain. “Lebih dari itu, Idul Adha dan berkurban juga mengandung makna sosial dan tarbiyah bagi kehidupan masyarakat dalam membangun kehidupan yang adil, damai dan sejahtera. Memotong hewan kurban dan membagikannya kepada mereka yang fakir, miskin dan papa merupakan contoh dan petunjuk moral dari ajaran Islam bagaimana membangun integrasi sosial dan kebersamaan antara golongan yang berada dengan golongan yang tidak berada”, tambah Hamdan Selain itu, Hamdan juga mengatakan bahwa membangun integrasi sosial serta kebersamaan dalam kehidupan masyarakat merupakan salah satu tonggak penting untuk menegakkan keadilan sosial. “Dengan terbentuknya integrasi sosial dan kebersamaan dalam masyarakat, akan tercipta masyarakat yang penuh perdamaian dan kesejahteraan”, ujar mantan anggota DPR dari Partai Bulan Bintang ini. Dalam khutbahnya, Hamdan juga menyinggung mengenai kondisi keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat saat ini. Menurutnya, perbedaan yang sangat dalam terasa dalam kehidupan antara masyarakat yang mampu dan yang tidak dan ini melebar kehampir semua sendi kehidupan. Kondisi ini terjadi tidak semata-mata kebodohan dan kemalasan, namun lebih karena persoalan struktural dan ketidakberdayaan. Disinilah pentingnya peran agama untuk menjembatani antara si kaya dan si miskin, salah satunya melalui ritual ibadah kurban ini. ”Melalui kurban, diharapkan terjalin komunikasi sosial antara si kaya dan si miskin, sehingga yang kaya merasa tergerak untuk membantu keadaan si miskin, inila salah satu hakekat inti dari pelaksanaan kurban”, Hamdan menambahkan. Menurut Hamdan, jika dalam masyarakat terjadi ketidakadilan sosial akan sangat membahayakan bagi kohesi dan integrasi sosial, bahkan sangat berbahaya bagi kestabilan dan kedamaian bangsa dan negara, dan ini sudah menjadi catatan sejarah dalam perjalanan kehidupan ummat manusia. Ketidakadilan sosial dapat melahirkan berbagai bentuk kejahatan seperti perampokan, pemaksaan kehendak, perlawanan terhadap aparat penegak hukum serta berbagai tindakan kekerasan lainnya. Ini terjadi karena ada masyarakat yang merasa diperlakukan tidak adil, sehingga memicu untuk melakukan perlawanan terhadap kelompok yang dianggap kuat dan dominan bahkan melawan kekuasaan. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan dan itu bukan sesuatu yang diajarkan oleh Islam. Ajaran Islam merupakan solusi untuk mengatasi berbagai bentuk keadilan, termasuk ketidakadilan sosial. Momen kurban merupakan contoh nyata yang diajarkan Islam, sehingga diharapkan timbul kebersamaan dari ritual penyembelihan hewan ini. Dalam kehidupan sekarang yang serba pragmatis, diperlukan kesadaran sosial serta toleransi yang besar diantara masyarakat untuk menjaga integrasi sosial dan kebersamaan, sehingga dalam menyikapi berbagai persoalan yang terjadi dikehidupan masyarakat akan timbul solusi yang baik. ”Inilah makna tarbiyah yang diperoleh dari perayaan hari raya kurban, bagaimana kurban dapat memberikan inspirasi bagi manusia dengan cara yang sangat sederhana untuk menjaga integrasi sosial dan kebersamaan dinatara masyarakat. Menyembelih hewan kurban bagi siapa saja yang mampu serta membagikannya kepada kaum miskin dan papa serta merasakan secara bersama-sama salah satu nikmat Allah ini akan melahirkan suasana kebersamaan dan kedamaian ditengah masyarakat, demikianlah indahnya ajaran Islam”, ujar Hamdan menutup khutbahnya. (rusdi)
Hamdan Zoelva menyampaikan khutbah Idul Adha di Halaman Masjid Al Furqan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (6/11)
|