|
‘’Oi, lebih besar dan elok dari rumah saya,’’ ucap Shakir Fahmi dari Global Peace Mission (GPM) Malaysia, saat memasuki pondok da’i di Desa Madobag, Siberut Selatan, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Selasa (8/11).
Didampingi LAZIS Dewan Da’wah, Shakir yang disertai Abubakar dari ABIM (Angkatan Belia Islam Malaysia) Pulau Pinang, kemudian meresmikan pondok tersebut. Pondok da’i berukuran 10 x 8 meter persegi yang terletak di sebelah Masjid Al Ikhwah, itu merupakan hasil kerjasama LAZIS Dewan Da’wah dengan GPM dan Masjid Tun Abdul Aziz Petaling Jaya, Selangor, Malaysia. Ia menjadi rumah dinas da’i yang akan ditempati Ustadz Mahmud bin Ismail dengan istrinya, Liza Zahara. Untuk memenuhi kebutuhan listrik dan air, bangunan tersebut dilengkapi dengan generator kecil dan pompa air. Selain meresmikan pondok da’i, Tim LAZIS dan GPM pada hari yang sama juga menyaksikan pemotongan jawi (sapi) kurban di Madobag. Malam harinya, LAZIS menyerahkan bantuan satu set Juz Amma Lengkap Bergambar untuk Anak. Bantuan pengisi perpustakaan Masjid Al Ikhwah ini berasal dari donatur Masjid Tun Abdul Aziz. Selain Madobag, sumbangan serupa juga diberikan kepada jamaah Masjid Al Wahidin Desa Muara Siberut, Masjid Al Hidayah Sarausau, Masjid Roudhotul Jannah Rokdog, dan Masjid Nurul Hidayah Desa Saliguma, serta jamaah pengajian At Taqwa di Dusun Gotap yang belum memiliki masjid. Keesokan harinya, Rabu (9/11), Tim menuju Dusun Rokdog yang terletak di bawah Madobag. Di sini, rombongan menengok Masjid Rodhotul Jannah dan rumah da’i Ustadz Zainal Muttaqin Sakulok. Masjid Roudhotul Jannah yang dulu nyaris roboh, kini sudah tegak dengan dinding papan dan cat baru. Jamaahpun kian nyaman karena sudah ada tempat wudhu yang tertutup. Masjid juga dilengkapi generator serta pompa air. Tak jauh dari masjid, rumah Ustadz Zainal sudah jauh memadai keadaannya. Tidak lagi berdinding gedheg setengah reot seperti sebelumnya. Di belakang rumah pun sudah ada kamar mandi sederhana yang berdinding. ‘’Jazzakallah atas bantuan LAZIS, GPM, dan Masjid Tun Abdul Aziz Malaysia yang sudah membantu merehabilitasi masjid dan rumah kami,’’ tutur Zainal. ‘’Istri saya kalau mandi tidak di alam terbuka lagi,’’ imbuh Zainal penuh haru. Dari Rokdog, Tim meneruskan perjalanan ke Desa Saliguma, Siberut Tengah. Di halaman Masjid Nurul Hidayah, rombongan memotong dua ekor jawi kurban. Setelah disembelih, setengah ekor jawi dibawa untuk dibagikan kepada jamaah Dusun Gotap, Saliguma. Satu ekor Jawi yang sedianya untuk dibawa ke Desa Sarausau, Siberut Barat Daya, dan dipotong di sana, terpaksa disembelih di tepi sungai Dusun Gotap. Pasalnya, waktu Tasyri’ hampir habis. Setelah itu baru sapi diangkut dengan boat ke Sarausau. (bowo)
Peresmian Rumah Pondok Dai di Madobag Mentawai
|