Advertisement
Advertisement
Hikmah Dibalik Hijrah
Jumat, 25 November 2011
Peristiwa Hijrah pantasnya mampu menyulut dan memberi motivasi kepada umat Islam sekarang ini untuk terus berjuang dalam mewujudkan cita-citanya yang tidak lain adalah menciptakan ketentraman bagi siapa  di muka bumi sebagaimana yang pernah dilakukan Rasulullah Saw dan para pengikutnya.
 

Perpindahan dari satu tempat ke tempat lain dikala dirasakan sudah tidak ada lagi celah-celah keamanan dan kedamaian dari orang-orang di sekeliling, hijrah itu perlu dilakukan, meskipun dengan itu mendatangkan resiko yang tidak kecil seperti mengorbankan keluarga, kekayaan, dan mata pencaharian. Tapi, rasanya semua itu terasa enteng, karena didorong oleh kekuatan besar yang tumbuh dari dalam jiwa mereka sendiri.

 

Berkenaan dengan itu, ayat-ayat yang berkenaan dengan Hijrah dalam al-Qur;an selalu dirangkaikan dengan perkataan Jihad dan Iman, yang menunjukan bahwa sikap hijrah dalam kehidupan mengandung Ruhul Jihad, semangat perjuangan, dan berlandaskan keyakinan, dalam rangka mencapat Rahmat Ilahi, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan orang yang berhijrah, dan orang yang berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Ilahi. Allah itu Pengampun dan Penyayang.” (Al-Baqarah (2) : 218)

 

Dalam menjalankah Hijrah tersebut, Rasululah dan para Sahabatnya, bukan hanya mengorban harta benda, kesenangan fisik, berkumpul dengan sanak saudara, tapi menghadapi saat-saat yang membahayakan dengan mempertaruhkan jiwa dan raganya. Pertama, ketika malam akan melakukan Hijrah, rumah Nabi sudah dikepung sedemikian rupa dengan ketatnya dan orang-orang Kafir siap membunuhnya. Akan tetapi dengan pertolongan Allah, mereka tidak dapat melihat Nabi keluar dari rumahnya, “Kami adakan tutup di hadapan dan di belakang mereka, sehingga mereka tidak dapat melihat”. (Yasin (36) : 9)

 

Kedua, ketika Rasulullah Saw dan sahabat Abu Bakar As bersembunyi tiga malam di gua Tsur, sebelum meneruskan perjalanannya ke Madinah, tentara musuh sudah berada di mulut goa. Akan tetapi karena pertolongan Allah mereka tidak mengetahui, kalo Rasulullah dan sahabatnya itu berada di dalam gua. Bisa dibayangkan, pasukan lengkap membunuh Nabi, tentunya siap dengan segala persenjataannya. Di sinilah Allah menunjukan kekuasaan-Nya.

 

Ketiga, takkala Suraqah, salah seorang musuh yang mengejar Nabi sudah dekat dengan senjata lengkapnya yang siap membunuh, tapi tiba-tiba kuda yang ditungganginya terjatuh mendadak, sehingga membuatnya terpelanting tak berdaya. Dua kali itu terjadi karena ketika pertama kali ia penasaran, ia melanjutkan aksinya, tapi kembali gagal, akhirnya ia memutuskan mundur teratur yang sebelumnya terlebih dulu ia memohon maaf kepada Rasulullah Saw.

 

Untuk saat ini, terutama kita di Indonesia, hijrah fisik rasanya sudah selesai, yang dibutuhkan adalah hijrah hati dan tingkah laku. Banyak hal yang perlu dibenahi bangsa ini, dari mulai korupsi, kemaksiatan, pembunuhan, perkelahian antar suku dan kampong, rakut kepada harta dan kedudukan, dan lain-lain sebagainya. Hukum harusnya ditegakan kepada siapapun yang melakukan pelanggaran, tapi sayangnya sekarang ini masih terkesan tebang pilih tergantung siapa yang sekarang ini berkuasa. Berkenaan dengan itu dibutuhkan hijrah besar, dimana seseorang berani menyatakan yang hak itu dalah benar dan yang bathil itu adalah salah.

 

Dalam konteks ini, seharusnya segala sesuatu yang bertentangan dengan hokum dan undang-undang yang berlaku ditegakan karena ini memang sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab pengendali negeri ini. Jangan lagi mau didikte pihak lain. Yakinlah kepada kemampuan diri sendiri, karena tanpa itu selamanya kita tidak akan menjadi besar dan akan terus terombang-ambing dalam gelobang ketidakpastian.

 

Jadikanlah moment Tahun Baru Islam ini sebagai langkah awal untuk memacu dan memicu bangsa ini menuju kea rah yang jauh lebih baik lagi. Ada pepatah yang menyatakan, dimana ada kemauan di situ ada jalan. Memang tidak mudah, penuh onak dan duri, namun sedikitpun semangat tidak boleh kendor. Gelorakan terus semangat berhijrah dan yakinlah Allah akan selalu memberi kemenangan kepada orang-orang yang berada di jalan-Nya. Insya Allah. (Oma Rahmad Rasyid)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >