Advertisement
Advertisement
Dewan Da’wah Aceh Minta Pemimpin Sadar Syariat Islam
Senin, 12 Desember 2011

Dalam rangka menyambut Tahun Baru 1433 Hijriyah, kami mengharapkan kepada seluruh komponen pemimpin Aceh mulai dari level gampong sampi level provinsi agar segera sadar bahwa syariat Islam merupakan satu-satunya ajaran yang mampu menyelamatkan kehidupan kita di dunia dan di akhirat kelak.

 

Harapan tersebut disampaikan Ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Aceh Tgk Hasanuddin Yusuf Adan, melalui siaran pers, Minggu (27/11).

 

“Untuk itu masing-masing pemimpin Aceh dari berbagai level dan berbagai posisi segera melaksanakan syariat Islam secepat mungkin, seserius mungkin. Sebab, ini merupakan tanggung jawab seorang pemimpin terhadap amalan ibadah rakyatnya,” kata Tgk Hasanuddin.

 

Dikatakannya, komponen masyarakat Aceh dari kalangan ulama, cendekiawan, intelektual, dinas-dinas dan instansi terkait dalam pemerintahan Aceh harus selalu bersilaturrahmi untuk mencari solusi kemandekan implementasi syariat Islam di Aceh zaman ini.

 

Kepada para calon pemimpin Aceh ke depan, baik di tingkat provinsi, tingkat kabupaten/kota, tingkat kecamatan, tingkat kemukiman, maupun tingkat gampong, harus menyadari bahwa jabatan itu merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. “Agar terlepas dari pertanggungjawaban tersebut, maka gunakanlah kuasa dari jabatan tersebut untuk menegakkan hukum Allah (syariat Islam) di Aceh ini dengan sebenarnya,” katanya.

 

Kepada seluruh rakyat Aceh yang masih segan mengedepankan dan mengamalkan syariat Islam dengan alasan tidak mendapatkan bantuan luar negeri, harus segera sadar bahwa bantuan Allah (Nampak atau tidak Nampak, dirasakan atau tidak dirasaan secara langsung) jauh lebih benar dunia akhirat dibandingkan bantuan luar negeri yang bersifat sementara dan punya tujuan tertentu pula.

 

“Selamatkanlah iman, aqidah dan syariah anak-anak kita, jangan sampai kita menanam benih sekularisme, nasionalisme, pluralism, globalisme, liberalisme untuk anak cucu kita sendiri di Aceh tercinta,” pungkas Ketua Dewan Da’wah Aceh yang juga Dosen Fakultas Syariah IAIN Ar-Raniry Banda Aceh itu.(ask/serambi)
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >