Advertisement
Advertisement
Silaturrahim Jemaat E-Islami Hind India
Senin, 26 Desember 2011

Dewan Da’wah pada 19 Desember 2011 menerima  silaturrahim Ejaz Ahmed Aslam, Sekretaris Jemaat E-Islami Hind India. Kunjungan utusan dari Jemaat E-Islami Hind India ini diterima oleh Sekretaris Umum Dewan Da’wah ustadz Amlir Syaifa Yasin dengan didampingi oleh Ketua Bidang Luar Negeri  ustadz Zubaidi serta Zahir Khan.

 

Dalam kunjungannya ini Ejaz Ahmed mengatakan bahwa Jemaat E-Islam yang berdiri pada 26 Agustus 1941 oleh Maulana Maududi merupakan organisasi Islam terbesar di India yang kegitannya meliputi berbagai bidang antara lain pengembangan da’wah melalui media, buku-buku, sekolah, penerbitan majalah, pembangunan Rumah Sakit dan berbagai aktifitas lainnya.

 

“Untuk majalah saja, kami menerbitkan tiga puluh lima majalah yang terdiri dari dua belas bahasa, bahasa-bahasa tersebut kebanyakan bahasa lokal yang ada di India”, ujar Ejaz Ahmed.

 

Selain itu, tambah Ejaz, buku-buku yang kami terbitkan merupakan buku-buku karangan Maulana Maududi. “Kami juga menerbitkan terjemahan Al Qur’an dalam dua belas bahasa, yang semuanya merupakan bahasa daerah yang ada di India”.

 

Dalam bidang pengembangan pendidikan dan sebagai pengkaderan, Jamaat E-Islami Hind sampai saat ini sudah membangun sekitar dua ribu lembaga pendidikan mulai tingkat dasar sampai tingkat atas. “Kami  juga memberikan bea siswa bagi siswa yang berprestasi dari kalangan tidak mampu agar mereka bisa melanjutkan pendidikan tanpa perlu memikirkan biaya”, Ejaz menambahkan.

 

Sebagai organisasi yang besar, Jemaat E-Islami juga sering memberikan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat, terutama wanita dan anak-anak, agar mereka bisa mengembangkan potensi diri, sehingga dapat hidup mandiri.

 

Ejaz menambahkan bahwa dari sekitar satu koma dua milyar penduduk India, sekitar seratus delapan puluh juta merupakan penduduk yang memeluk agama Islam. Mereka tersebar di berbagai kawasan seperti Assam, Benggali Barat, Kerala, Uthar Pradesh dan New Delhi. “Populasi Penduduk India yang memeluk Islam makin hari makin bertambah, namun karena tekanan politik pemerintah India, maka hal ini tidak terlalu terpublikasi.”, tambah Ejaz.

 

“Jika ada warga India yang menyatakan secara terbuka memeluk agama Islam, maka jiwanya terancam, karena akan ditindak oleh aparat keamanan India.”, ujar Ejaz Ahmed.

 

Mengapa pemerintah India melakukan penekanan, inditimasi dan membatasi ruang gerak ummat Islam di India? ”saya pikir mungkin ada kesalahan dalam menerima pemahaman tentang Islam, jadi dimata pemerintah India Islam dapat dianggap sebagai ancaman bagi kaum Hindu di India, padahal jika mereka memahami hakikat Islam, tentulah berbagai hal yang dialami muslim India tidak akan terjadi”, tambah Ejaz.

 

Sekretaris Jemaat E-Islami Hind ini menambahkan bahwa kehidupan penduduk muslim yang ada di India secara umum tidak terlalu nyaman dan aman dalam menjalankan aktifitas. Intimidasi, tekanan dan hambatan selalu menyertai, terutama kebijakan yang diambil pemerintah India selalu merugikan kaum muslim. Ejaz memberi contoh, bahwa ummat Islam dilarang untuk mendirikan partai islam secara terbuka, karena dikhawatirkan akan mengganggu kehidupan masyarakat hindu di India yang merupakan penduduk yang mayoritas.

 

Dalam Silaturrahim ini, Ejaz Ahmed juga mengungkapkan bahwa da’wah yang dilakukan Jemaat E-Islami Hind tidak hanya dilakukan kepada ummat muslim, namun juga diberikan kepada masyarakat non muslim yang ada di India, seperti pemeluk agama Hindu dan Kristen.

 

Ketika ditanyakan mengenai masalah Kashmir, Ejaz Ahmed mengatakan bahwa masalah yang terjadi dan dialami oleh masyarakat muslim di Kashmir juga turut menjadi perhatian Jemaat E-Islami Hind. ”Kami di Jemaat E-Islami Hind berpendapat bahwa masalah Kashmir bukan hanya masalah Muslim India dan Pakistan saja, namun sudah harus menjadi masalah internasional, karena penindasan tentara India terhadap masyarakat Kashmir bukan hanya melanggar hak asasi manusia, namun sudah merupakan masalah yang mesti dirasakan juga oleh seluruh ummat Islam di dunia ini.” kata Ejaz. (rusdi)

 

 

Image 
Ejaz Ahmed Aslam, Sekretaris Jemaat E-Islami Hind India (kedua dari kiri) ketika bersilaturrahim dengan Pimpinan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (19/12)
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >