Advertisement
Advertisement
Da’wah Pedalaman Tidak Boleh Berhenti
Senin, 26 Desember 2011
Upaya menyadarkan ummat akan pentingnya berinfaq tidak melalui proses yang mudah dan memerlukan waktu yang panjang, karena tidak mudah mengajak ummat untuk memahami bahwa infaq sesungguhnya merupakan kewajiban yang Allah berikan kepada ummat muslim agar dapat peduli akan penderitaan saudara sesama muslim.
 

Demikian dikatakan Ketua Umum Dewan Da’wah Ustadz H. Syuhada Bahri dalam acara penyerahan secara simbolis donasi dari berbagai lembaga untuk mendukung da’wah pedalaman yang dicanangkan Lazis Dewan Da’wah. Acara berlangsung pada hari Rabu 21 Desember 2011 di Aula Masjid Al Furqan Jakarta.

 

Turut hadir dalam acara ini Ketua Pembina Dewan Da’wah Bapak A.M. Saefuddin, anggota pembina bapak Cholil Badawi, Wakil Ketua Umum Dewan Da’wah Ustadz Abul Wahid Alwi, Sekretaris Umum H. Amlir Syaifa Yasin serta pengurus Dewan Da’wah lainnya serta perwakilan dari berbagai instansi dan lembaga yang memberikan donasinya untuk da’wah pedalaman melalui Lazis Dewan Da’wah.

 

Dalam acara yang mengambil judul ”The Miracle of Zakat and Infaq” ini, Syuhada juga menyampaikan bahwa memberikan pendidikan dan pengetahuan kepada ummat akan pentingnya berinfaq bukan hanya tugas para da’i, namun sudah menjadi tugas semua ummat muslim. ”Dengan Infaq, banyak persoalan ummat yang dapat terselesaikan, namun memang tidak mudah menyadarkan masyarakat akan pentingnya infaq, inilah tugas para ummat muslim, tidak hanya para da’i”, ujar Syuhada.

 

Namun, tambah Syuhada, para lembaga atau instansi atau juga disebut Amil, yang diberi kepercayaan untuk mengumpulkan zakat, infaq dan shodaqoh (ZIS) hendaknya dapat menjaga kepercayaan yang diberikan dan menyalurkannya dengan baik dan benar.

 

”Amil harus memberikan pertanggungjawaban akan dana ZIS yang mereka kumpulkan dan memberikan laporan yang transparan, agar dapat mendapat kepercayaan dari para pemberi ZIS atau biasa disebut Muzakki”, ujar ustadz kelahiran Banten ini.

 

Selain itu, Amil juga tidak hanya mengumpulkan ZIS dari para Muzakki, namun harus diimbangi juga dengan memberikan pembinaan dan pengetahuan tentang agama agar para muzakki mendapat ilmu yang bermanfaat.

 

”Pembinaan ini mutlak diberikan oleh para Amil dan harus dijadikan prioritas utama, sehingga para muzakki merasa mendapat sesuatu atau ilmu yang sangat bermanfaat dengan memberikan ZIS. Pembinaan itu bisa dilakukan dengan berbagai bentuk, seperti mengirimkan buku-buku, bacaan atau pesan singkat tentang pengetahuan agama atau bisa juga dilakukan dengan memberikan tausiyah langsung kepada para Muzakki”, tambah Ustadz Syuhada.

 

Syuhada juga menambahkan bahwa sesungguhnya potensi ZIS yang dimiliki Indonesia sangat besar, namun sampai saat ini baru sekitar sepuluh persen yang tergali, ”jadi masih banyak potensi ZIS yang belum tergali, dan jika itu dapat dimaksimalkan oleh lembaga dan instansi pengumpul ZIS, tentu akan menjadi kekuatan yang luar biasa dari sisi ekonomi”, ujar Syuhada.

 

Sementara itu Direktur Lazis Dewan Da’wah, Ade Salamun kepada dewandakwah.com mengatakan bahwa dana infaq yang didapatkan pada program ini akan dimaksimalkan untuk mendukung da’wah pedalaman.

 

”Daerah pedalaman sebagai daerah yang sangat minim baik dari sisi pengetahuan, ekonomi dan berbagai aspek kehidupan lainnya perlu menjadi prioritas dalam mengembangkan misi da’wah, karena didaerah seperti inilah banyak tantangan, rintangan dan hambatan yang dialami para da’i yang bertugas”, ujar Pak Ade, sapaan akrabnya.

 

Para da’i yang bertugas di daerah pedalaman, tambah Pak Ade, memerlukan uluran tangan dari ummat, karena dengan segala keterbatasannya mereka mau untuk menyampaikan da’wah untuk membentengi masyarakat di daerah pedalaman dari berbagai faham yang dapat merusak Islam.

 

”Bagi kami, Da’wah di daerah pedalaman tidak boleh berhenti”, ujar Ade.

 

Kepada para lembaga dan instansi yang telah mempercayakan Lazis untuk mengelola dan menyalurkan ZIS nya, Ade Salamun juga tidak lupa mengucapkan terima kasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya atas kepedulian serta dukungannya akan program Lazis Dewan Da’wah untuk membantu para pejuang da’wah yang bertugas di daerah pedalaman.

 

Dalam acara ini diserahkan secara simbolis bantuan melalui Lazis Dewan Da’wah untuk para da’i di daerah pedalaman. Bantuan antara lain diberikan oleh Bamuis BNI sebesar lebih dari 300 juta, Telkomsel sebesar 268 juta rupiah, Lazis PLN Gambir sebesar 10 juta rupiah, Bank Mega Syariah sebesar 137 juta rupiah, alumni jamaah haji PT. Hudaya Safari sebesar 224 juta rupiah, Bank Permata Syariah sebesar 60 juta rupiah, ZIS Indosat sebesar 30 juta rupiah dan PLN sebesar 112 juta rupiah. (maulana)

 

Image 
Ustadz Syuhada Bahri memberikan tausiah dalam acara penyerahan secara simbolis bantuan untuk da’wah pedalaman di Aula Masjid Al Furqan (21/12).
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >