|
Peran ulama dalam menjaga keseimbangan pembangunan baik fisik maupun moral yang sangat pesat belakangan ini mutlak diperlukan, jika peran ulama diabaikan, maka pembangunan, utamanya pembangunan mental masyarakat, akan memiliki arah yang tidak jelas dan masyarakat akan mengikuti hawa nafsunya.
Demikian dikatakan ustadz Amlir Syaifa Yasin, Sekretaris Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia saat menyampaikan tausiah dalam acara Silaturrahim Dewan Syariah Wilayah Partai keadilan Sejahtera DKI Jakarta dengan Ulama dan Tokoh Masyarakat di Hotel Grand Cempaka Jakarta Pusat, Ahad (25/12). Dalam acara yang mengambil tema ”Mengokohkan peran ulama dan tokoh masyarakat dalam membangun Jakarta”, Amlir juga mengatakan bahwa ulama sebagai pewaris risalah yang dibawa Rasulullah SAW memiliki peran yang sangat vital dan strategis dalam membentuk karakter dan moral masyarakat, jika ulama baik, insya Allah baik pula masyarakatnya, begitu juga sebaliknya. ”Sebagai sosok yang menjadi panutan masyarakat, ulama harus memiliki sikap yang istiqomah, tidak mudah tergoda oleh bujuk rayu kepentingan dunia, dan jika ia memberikan nasihat atau pandangan semata-mata untuk kemaslahatan ummat agar Syariat Allah dapat ditegakkan dan Ridho Allah dapat diraih serta harus berperan aktif dalam menyeimbangkan pembangunan fisik dan moral, karena jika peran ulama diabaikan, maka masyarakat akan kehilangan kontrol dan cendrung berbuat yang negatif sebagai akibat pesatnya pembangunan”, ujar ustadz kelahiran Palembang ini. Amlir juga menambahkan bahwa ulama sebagai pemberi fatwa, pencerah ummat, mempunyai otoritas dibidang keagamaan dan dapat memberikan nasihat dan saran kepada umara agar kebijakan-kebijakan yang dilaksanakan oleh para umara itu dapat terarah, tidak bertentangan dengan agama dan dapat memberikan kesejahteraan dan kebahagiaan yang lebih optimal bagi rakyat. Ulama memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam islam, karena tanpa ulama, orang akan menjadi nihil dan akan bertindak menurut hawa nafsunya. ”Ulama dapat melakukan pencerahan, pencerdasan dan membimbing ummat kearah kebaikan. Rakyat bisa rusak karena kebijakan pemerintah (umara) yang salah dan pemerintah akan rusak bila dibiarkan oleh ulama dengan tindakan-tindakannya yang salah, dan ulama pun akan bisa rusak apabila tergoda oleh ketamakan atau kepentingan dunia”, ujar Ustadz Amlir, sapaan akrabnya Demi menjaga keseimbangan itu, kata Amlir, diperlukan sinergi yang baik antara ulama dan umara sebagai pelaksana teknis pembangunan, karena jika dua elemen penting ini tidak bersinergi dengan baik, maka dipastikan msayarakat disekitarnya akan rusak. Rasulullah bersabda bahwa : “Dua golongan dari manusia (ummatku) apabila kedua-duanya baik, akan baiklah manusia, akan tetapi apabila keduanya rusak, maka akan rusaklah manusia. Dua hal tersebut adalah ulama dan umara”. Berkaca dari itu, maka ulama dan umara berperan sangat penting dan menjadi penentu untuk membentuk karakter masyarakat. Jika masyarakat itu memiliki akhlak dan perilaku yang baik, maka peran ulama dan umara dapat berjalan dengan baik, jika sebaliknya maka dipastikan tidak ada sinergi diantara keduanya. Dalam kesempatan ini, Amlir juga menjelaskan banyaknya permasalahan yang terjadi ditengah masyarakat terutama menyangkut masalah aqidah dan masalah moral atau akhlak seperti korupsi, dekadensi moral, tayangan pornografi, maraknya kekerasan, kemiskinan, aliran-aliran dan faham keagamaan yang sesat, kehidupan masyarakat yang semakin individualis dan permissiv, hilangnya kasih sayang dalam rumah tangga sehingga menimbulkan perceraian, serta perubahan perilaku yang sangat cepat akibat kemajuan diberbagai sektor pembangunan, terutama bidang teknologi media dan informasi. ”Disinilah pentingnya peran ulama diperlukan untuk memperbaiki akhlak dan moral bangsa, termasuk bekerjasama dengan pemerintah serta mengingatkan akan dampak negatif dari sebuah kebijakan yang diambil terhadap ummat dan bangsa”, ujar Amlir. Sebelumnya, Ketua Dewan Syariah Wilayah Partai Keadilan Sejahtera DKI Jakarta Aburrahman Suhaimi mengatakan bahwa acara ini diselenggarakan sebagai media silaturrahim antara tokoh ummat dengan ulama agar mendapat masukan yang bermanfaat untuk kepentingan pembangunan masyarakat, khususnya di DKI Jakarta. Acara ini juga dihadiri Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ir. Triwasaksana dan utusan dari ormas dan lembaga Islam, serta dihadiri juga oleh tokoh masyarakat dan pengurus masjid yang ada di Jakarta. (RM) Ustadz Amlir Syaifa Yasin menyampaikan tausiah dalam acara Silaturrahim Dewan Syariah Wilayah Partai keadilan Sejahtera DKI Jakarta dengan Ulama dan Tokoh Masyarakat di Hotel Grand Cempaka Jakarta Pusat, Ahad (25/12).
|