Advertisement
Advertisement
Seminar dan Workshop Pemikiran Islam
Sabtu, 16 Juni 2012
Dewan Da’wah Provinsi Nusa Tenggara Timur bekerjasama dengan PW Hidayatullah NTT pada tanggal 2 sampai 4 Juni 2012 mengadakan seminar peradaban dan workshop pemikiran Islam. Acara Seminar berlangsung di Aula MAN Model Kupang menampilkan pembicara DR. Adian Husaini (Pembina Dewan Da’wah) dan DR. Abdul Manan dari Pimpinan Pusat Hidayatullah.
 

Dalam acara seminar yang mengusung tema Membangun Peradaban berbasis Budaya Ilmu yang berlangsung pada tanggal 2 Juni 2012, Adian Husaini menampilkan makalah yang berjudul Peradaban dan Pendidikan, sedangkan Abdul Manan menyampaikan materi tentang Dakwah sebagai pilar membangun Peradaban.

 

Acara ini diikuti oleh lebih dari tiga ratus peserta yang terdiri dari organisasi remaja, pemuda dan ormas Islam, tokoh-tokoh ummat Islam dan imam masjid sekota Kupang. Acara seminar dibuka oleh ketua MUI NTT Drs. Adam Asyrakal, M.Si.

 

Sementara itu acara Workshop Pemikiran Islam Kontemporer dilaksanakan dari tanggal 2 sampai 4 Juni 2012 M. dengan pemateri antara lain DR. Adian Husaini dan Henri Shalahuddin, MA, dengan jumlah peserta 35 orang, yang terdiri dari utusan Dewan Da’wah NTT, Hidayatullah NTT, HMI Cabang Kupang, KAMMI NTT, IMM NTT, HTI, Jamaah Tablig, Madaris Instisut dan beberapa organisasi pemuda Islam kota Kupang.

 

Materi yang diberikan dalam Workshop tersebut ialah Tantangan Pemikiran Islam Kontemporer, Pluralisme dan Multikulturalisme, Konsep Wahyu, Tafsir dan Hermeneutika, Kesetaraan Gender serta Bahaya dibalik RUU kesetaraan Gender.

 

Selain itu pada tanggal 5 Juni 2012 diadakan juga tabligh akbar di Masjid agung Al Mujahidin Atambua Kabupaten Belu. Tabligh akbar ini menampilkan pembicara Henri Shalahuddin, MA yang menyampaikan materinya yang berjudul Tantangan Ummat Islam Kontemporer.

 

Acara ini diikuti oleh ratusan jamaah yang memadati Masjid. Dalam tausiahnya Henri menyampaikan tentang bahaya yang dihadapi ummat dari pemikiran (Pluralisme, Liberalisme, Sekulerisme) dan menyinggung juga tentang bahaya dibalik RUU Kesetaraan Gender.

 

Jamaah sangat antusias mengikuti acara ini. Mereka menyatakan menolak RUU Kesetaraan Gender serta menyampaikan terima kasih kepada Dewan Da’wah NTT yang sudah menyelenggarakan acara seperti ini sehingga memilki pengetahuan tentang bahayanya faham Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme ini serta berharap agar Dewan Da’wah dapat menjadi garda terdepan dalam mengawal dan menjaga aqidah ummat dan generasinya. (ramly)

 

Image 

Seminar Peradaban dan Workshop Pemikiran Islam Kontemporer di Aula MAN Model Kupang (2/6)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >