Advertisement
Advertisement
LAZIS Jawa Tengah Diluncurkan
Rabu, 11 Juli 2012
Setelah Dewan Da'wah Jawa Tengah sukses mendirikan gerakan IDC (infaq dakwah club) yaitu penggalangan infaq ritel untuk kegiatan-kegiatan da'wah, maka bulan ini Dewan Da'wah Jateng, sudah mulai melangkah dalam pendirian LAZIS (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah). Potensi zakat di Indonesia saat ini sangatlah besar sebagaimana data yang disampaikan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), menyebutkan potensi zakat yang bisa dihimpun di Indonesia mencapai Rp. 217 triliun per tahun. Namun saat ini, baru bisa dihimpun hanya Rp 1,5 triliun.
 

Potensi zakat infaq masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai Rp 7 triliun, sedangkan masyarakat Jawa Tengah, khususnya Semarang dan Surakarta, mencapai sekitar Rp 6 triliun. Total potensi zakat infaq di kedua provinsi tersebut pun mencapai Rp 13,28 triliun.

 

Sebagaimana dimuat di dakwahnews.com, LAZIS Dewan Da'wah Jateng diresmikan pada hari Ahad (8/7) yang dihadiri oleh Ketua Umum Dewan Da’wah Ustadz Syuhada Bahri, Ust. Mu'inudinillah Basri,  Mudir ma'had Ibnu 'Abbas dan Direktur Lazis Dewan Da’wah Pusat Ade Salamun. Peresmian dilaksanakan di Rumah Kediaman Dr. Tunjung Soeharso. Kurang lebih 100 undangan yang hadir dalam acara tersebut.  Bahkan beberapa undangan dari luarkota seperti Tegal, Purworwejo, Kendal, Sukoharjo dan berbagai daerah yang lain hadir dalam peresmian tersebut. Mereka mengikuti dan mendengarkan pemaparan dari pemateri sampai selesai dengan penuh antusias.

 

Ust. Mu'inudinillah menjelaskan tentang delapam asnaf yang berhak untuk mendapatkan zakat, sesuai dengan fiqih kontemporer. Dengan tujuan agar dalam penyaluran zakat sesuai dengan kaidah syar'i dan teratur. Jika dilihat pada masa sekarang ini, zakat masih ditangani sendiri-sendiri tidak melalui lembaga yang formal.

 

Ketua Umum Dewan Da’wah Syuhada Bahri dalam tausiahnya menjelaskan bahwa sangat minimnya lembaga pengelolaan zakat, maka  ummat cenderung memilih mengelola sendiri zakatnya. Seandainya bisa dimanage dengan baik melalui lembaga, tentu itu lebih baik dan bisa memberikan kemashlahatan bersama. Mampu menggerakkan ekonomi ummat menjadi lebih maju sehingga ummat ini terselamatkan. Tema yang beliau sampaikan, dan ini menjadi tema besar Dewan Da'wah, yaitu "Selamatkan Indonesia Dengan Da'wah" salah satu perhatiannya adalah bagiamana mengoptimalkan zakat ini untuk gerakan da'wah.

 

Terakhir, Ade Salamun mengatakan bahwa seseorang yang berzakat melalui lembaga itu lebih baik dan mempunyai muatan kehormatan serta mempunyai program yang jelas untuk kemashlahatan ummat. Oleh karena itu didirikanlah Lazis Dewan Da'wah, untuk mengelola dengan baik zakat dari para muzakki, dimana Lazis Dewan Da'wah ini adalah salah saru dari 10 unit pengumpul zakat yang resmi dari pemerintah. (Abu Urwah)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >