|
Yang Berhormat Menteri Di Jabatan Perdana Menteri (Agama) Malaysia, Dato’ Seri DR. Ahmad Zahid Hamidi bersama 5 orang stafnya telah melakukan silaturrahim dengan Pengurus Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia pada hari Kamis tanggal 3 Juli 2008. Pengurus Dewan Da’wah menyambut kedatangan Dato’ Seri A. Zahid di ruang pertemuan Gedung Menara Da’wah Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia di jalan Kramat Raya 45 Jakarta.
Ketua Umum Dewan Da’wah H. Syuhada Bahri, mengucapkan selamat datang dan menerangkan sejarah berdirinya serta menyampaikan Visi dan Misi Dewan Da’wah. Selain itu dipaparkan kegiatan 240 da’i di daerah terpencil, transmigrasi, dan suku terasing di Riau, Jambi, Baduy Banten, dan Suku Sasak di Lombok, serta kegiatan sosial lewat Kompak dan Lazis. Hadir dalam pertemuan itu para Pengurus Harian beserta staff Dewan Da’wah. Dato’ Seri Ahmad Zahid Hamidi menaruh perhatian terhadap Visi, Misi dan kegiatan Dewan Da’wah yang tidak dibiayai oleh pemerintah tetapi dibiayai sendiri. Beliau mengidolakan Mohammad Natsir sebagai pendiri Dewan Da’wah dan tertarik kepada 4 Pilar Gerakan Dewan Da’wah yaitu sebagai Organisasi Da’wah, sebagai Gerakan Da’wah, sebagai Gerakan Sosial dan sebagai Gerakan Solidaritas Dunia Islam Program kaderisasi 1000 ulama tersebut menjadi perhatian utama dan DR. Ahmad Zahid sangat mendukung program tersebut. Karena semua kegiatan itu memerlukan biaya yang banyak, Dato’ Seri Ahmad Zahid Hamidi sebagai Menteri Agama Malaysia tidak dapat membantu langsung, tetapi menawarkan kerjasama ekonomi, yaitu lewat Bank Tabungan Haji Malaysia bersedia menjadi investor perkerbunan kelapa sawit atau usaha industri lain. Untuk perkebunan kelapa sawit, luas tanah minimal 20.000 Ha. Ada usaha yang sudah dilaksanakan di Riau 82.000 Ha dengan buruh 11.000 orang, (45.000 jiwa). Fasilitas yang diberkan 8 SD, 3 SMP, 1 SMA, 24 Masjid dan Balai Kesehatan. Zakat yang dikeluarkan 2,5% senilai 1 triliun Rupiah (400 juta ringgit/ tahun). Zakat itu dikelola Yayasan Mutiara Gambut untuk kegiatan da’wah bil hal. Program da’wah yang dilakukan Yayasan Da’wah Islam Malaysia (YADIM) seluruhnya dibiayai pemerintah Malaysia. Usaha memprofesionalkan ulama dan mengulamakan intelektual sudah dilaksanakan di Malaysia, namun jumlahnya kecil. Diharapkan kerjasama Dewan Da’wah dengan lembaga Da’wah Malaysia dapat ditingkatkan di masa mendatang. Dalam kesempatan itu, Drs. H. M. Siddik, Ketua Pengawas Dewan Da’wah yang juga menjadi Pimpinan RISEAP, menjelaskan kegiatannya dalam lawatan ke Papua Nugini, perkembangan Islam di Pasifik Selatan (Fiji, New Caledonia) dan Timor Leste. RISEAP membantu warga Gunung Merapi Klaten tahun 2007 untuk membuat sumur dan bantuan pangan. Sebesar 200.000 dollar AS. RISEAP berterima kasih kepada bantuan yang diberikan pemerintah Malaysia. Diakhir acara silaturrahmi ini, Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia memberikan cinderamata kepada Dato’ Seri Ahmad Zahid Hamidi. Diserahkan juga buku-buku karya Mohammad Natsir. Begitu juga Menteri Agama Malaysia tersebut menyerahkan cinderamata kepada Pimpinan Dewan Da’wah sebagai ungkapan rasa syukur karena dapat berkunjung ke Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia. (ja) Menteri Agama Malaysia Dato' Seri Ahmad Zahid Hamidi (Kanan) bersama H. Syuhada Bahri (tengah) di Kantor Dewan Da'wah
|