Advertisement
Advertisement
Syiar
Menggugat Penulisan Sejarah Islam Di Indonesia
Sabtu, 19 April 2008
ImageProf DR H Maidir Harun, Kapuslitbang Lektur Depag RI, dalam sambutannya pada Seminar Historiografi Islam Indonesia di Bogor, 9-11 Desember 2007, mengemukakan bahwa ada dua problem dalam penulisan sejarah Islam negeri kita. Pertama, sejarah Islam Indonesia tidak beredar dan terungkap dalam penulisan-penulisan sejarah Islam Internasional. Kedua, buku sejarah Indonesia belum memuat sejarah Islam Indonesia. Lebih lanjut beliau mempertanyakan tidak termuatnya sejarah Islam Indonesia dalam sejarah Dunia, padahal Islam merupakan umat mayoritas terbesar di dunia.
  
Acara menghadirkan para peneliti Sejarah dan Kebudayaan dari beberapa kampus terkenal di Indonesia, seperti Universitas Padjajaran dan Universitas Islam Negeri. Selain para praktisi kampus di bidang Sejarah dan Kebudayaan, seminar ini juga dihadiri wakil sejumlah ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, dan Dewan Da’wah.
 
Unjuk Prestasi Da'i dan Daiyah Tunanetra
Sabtu, 19 April 2008
Hampir 100 orang tunanetra dari Jadebotabek, memadati ruang muzdalifah di Islamic Centre Bekasi, akhir Desember 2007 lalu. Mereka tampak penuh semangat mengikuti Lomba Da’i dan Da’iyah Tunanetra yang baru pertama kali ini diselenggarakan.

Ajang lomba dibuka dengan lantunan pembacaaan ayat Qur’an oleh seorang peserta yang menggetarkan hati. Suaranya sungguh merdu walau tanap penglihatan.

Dalam sambutannya, Ketua MPR RI DR Hidayat Nur Wahid mengatakan, “Di kalangan tunanetra tersimpan potensi yang bisa dikembangkan lagi untuk menyemarakkan syi’ar Islam. Kita mengharapkan ada kelanjutan dari lomba ini.”

“Saya bersyukur sekali, Tabloid Suara Muslim yang diterbitkan Dewan Da’wah Islamiyah Bekasi menyelenggarakan lomba khusus bagi kami dari kalangan tunanetra. Soalnya, belum pernah ada acara seperti ini. Mungkin tidak ada yang mau menjadi penyelenggara,” tutur Baharuddin, seorang peserta.