|
Dalam satu kesempatan pengajian, ada seorang jamaah yang bertanya tentang keprihatinan terhadap prilaku manusia belakangan ini. Pertanyaannya kira-kira begini, “Pak Ustadz, kenapa sih sekarang ini pengajian tersebar di mana-mana, tapi yang namanya kemaksiatan kok semakin merajalela di segala lini,” begitu tanya beberapa jamaah.
Pertanyaan ini memang layak diajukan mengingat munculnya berbagai kemungkaran dan kemaksiatan. Satu sisi, dakwah semarak di mana-mana, tapi sisi yang lain, dakwah belum mampu mengikis berbagai kemunkaran yang terjadi. Padahal dalam al-Qur’an surat Al Isra ayat 81, ”Katakanlah, bila datang yang haq, maka lenyaplah yang batil......”. Berkenaan dengan itu, Dewan Da’wah News menemui Ketua Umum Dewan Da’wah H. Syuhada Bahri menanyakan hal tersebut. Menurut Syuhada, da’wah yang berhasil adalah da’wah yang memiliki daya bina” yaitu da’wah yang berkesinambungan. Diungkapkan selanjutnya, agar da’wah bisa mencapai sasaran yaitu menghilangkan kemunkran dan kemaksiatan, paling tidak ada bebrapa hal yang perlu dimiliki oleh para juru da’wah. Pertama adalah nawaitu da’wah harus ikhlas. Da’wah itu adalah amal yang lahir karena dorongan dari dalam, bukan lahir karena tarikan dari luar. Seseorang yang telah memulai da’wah dengan nawaitu yang benar, maka sebesar apapun tangtangan yang dihadapi, setapakpun ia takkan mundur. Malahan dengan adanya tantangan, justru membuatnya termotivasi untuk terus mewujudkan misi da’wahnya. Ini modal utama yang harus dimiliki oleh para juru da’wah. Ia tidak akan menempatkan masalah-masalah keduniaan sebagai tujuan dalam da’wah. Ada apa tidak, itu bukan ukuran, yang penting da’wah harus dijalankan semata mengharap ridho Allah Swt. Selanjutnya, masih menurut Syuhada, masalah materi yang akan disampaikan juga menjadi titik tolak keberhasilan seorang juru da'wah di dalam menyampaikan pesan-pesan da'wahnya. Materi yang disampaikan tidak boleh sedikitpun bergeser dari ketentuan Allah dan Rasul-Nya. Ini yang wajib menjadi rujukan para da’i, karena materi yang benar dan yang dapat membawa kepada keberhasilan da’wah adalah materi yang harus bersumber dari al-Qur’an dan Hadits Rasulullah Saw. Kemudian yang tidak kalah pentingnya, da'wah harus dilakukan dengan serius dan bertanggungjawab. Memang kita harus mengakui, bahwa juru da'wah sudah banyak yang bekerja keras di dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya, akan tetapi kalau dilihat dari segi hasilnya masih jauh dari harapan. Oleh karenanya da'wah bukan cuma sekedar kerja keras, tapi juga kerja cerdas, yaitu da'wah yang dilalui dengan pembinaan-pembinaan melalui pendidikan tinggi, lengkap dengan tahapan berkesinambungannya. Dengan demikian, agar target da'wah itu tercapai, dibutuhkan juru da'wah yang profesional di dalam menyampaikan pesan-pesan da'wahnya dengan selalu mendekatkan diri kepada Allah. (Oma Rahmad Rasyid)
|