|
Rabu 16 Juni 2010, gempa kuat 7,1 SR terjadi di wilayah Papua yakni di Biak pada pk. 10.16 waktu setempat. Menurut Global Disaster Alert and Coordination System (www.gdacs.org) gempa yang terjadi (6.4M,depth:33km) di Indonesia 16/6 03:06UTC masih digolongkan sebagai gempa dengan Peringatan Hijau mengingat sedikitnya populasi yang berada di lokasi terdampak.
Data dari Cendrawasih Pos, hingga Sabtu (26/6) korban meninggal karena gempa: 19 orang, rumah penduduk yang mengalami kerusakan tersebar di dua Kabupaten Kepulauan Yapen dan Waropen sebanyak 3584 rumah rusak berat, 1429 rusak sedang dan 1058 rusak ringan, 109 gedung ibadah (gereja) rusak berat, dan 111 gedung sekolah dan sejumlah fasilitas lainnya. (file net.) Tidak lama setelah kejadian tersebut di atas, Pimpinan Dewan Da’wah mengadakan rapat koordinasi penanganan korban bencana di Kepulauan Yapen Serui ini, syukur Alhamdulillah Ustadz Abu Imam Abdu Rahim Rumbara (Ketua Dewan Da’wah Maluku, sekaligus menjadi kordinator untuk Papua) sedang berada di Jakarta, sehingga akses informasi dapat langsung mengalir dari para da’i lapangan. Berbekal informasi dari beberapa orang da’i yang bertugas di lapangan, tim kemanusiaan Dewan Da’wah di bawah kordinasi LAZIS Dewan Da’wah terbang ke Biak (dengan sponsor bantuan dari BAITUZZAKAT KUWAIT dan sponsor tiket pesawat gratis dari PT. Merpati Nusantara, atas inisiatif dan usaha salah seorang volunteer Dewan Da’wah bapak Yadi). Tiba di Biak, tim langsung di sambut oleh volunteer dari pensiunan Karyawan PT. Merpati Nusantara (bapak Prayitno dan bapak Indra). Tim di terima langsung oleh Drs. H. Muhtar (Ketua MUI Kabupaten Kepulauan Yapen Serui) dan mendapatkan penjelasan tentang kondisi terakhir korban gempa di daerah ini, akhirnya kami sepakati untuk membantu para korban gempa di Kota Serui dan Distrik Angkaisera bekerjasama dengan Masjid Agung Darussalam Serui. Di Serui sendiri ada sekitar delapan buah masjid, dan Alhamdulillah masjid-masjid tersebut tidak mengalami kerusakan yang berarti, begitupun masjid Al-Hidayah distrik Angkaisera yang di bangun sejak 1992 tidak menangalami kerusakan serius. Di Angkaisera, kami menemukan banyak rumah para muallaf yang hancur dan hingga kini belum terbangun kembali, sehingga para muallaf ini harus tidur di tenda-tenda dan menumpang di rumah keluarga mereka yang Nasrani. Distrik ini dibina oleh Ust. Ibnu Mundzir, salah seorang da’i muda dari Makasar yang ditugaskan di daerah ini untuk membina para muallaf yang berasal dari orang-orang suku asli di Serui. Selain ratusan paket makanan (yang berisikan Beras satu karung 15 Kg, Telur 2 Kg, Tepung 2 Kg, Susu 2 kaleng, Mie instant 10 bungkus, Gula pasir 2 kg, Minyak Goreng 2 liter), tim kemanusiaan Dewan Da’wah juga memberikan perhatian kepada anak-anak yang masih sekolah dengan memberikan peralatan untuk belajar dan tim merekomendasikan kepada Pengurus Dewan Da’wah untuk memperhatikan rumah-rumah para muallaf yang hancur. Berbeda dengan di Pulau Jawa dan daerah lain yang memiliki akses jalan darat, Kepulauan Yapen ini tidak banyak memiliki akses jalan darat sehingga transportasi menjadi mahal dan tim memiliki keterbatasan untuk menjangkau korban yang berada lebih jauh di pesisir dan pedalaman. Dan harga-harga barang kebutuhan pokok dan bahan bangunan relatif jauh lebih mahal. Untuk sebuah rumah sederhana yang kami bangun bagi korban gempa di berbagai tempat berkisar antara Rp. 4 sd 5 juta, namun di tempat ini harga material untuk sebuah rumah ukuran 5 X 6 meter persegi, atap seng, rangka kayu, setengah dinding batu tela & papan, lantai peluran semen, mencapai angka Rp. 13.605.000 juta/unit. Selain kegiatan membantu korban gempa, tim juga mengadakan kunjungan silaturrahim sekaligus kordinasi dengan Kapolres Kepulauan Yapen Serui AKBP Drs. DE Siregar, bapak H. Sayono Kepala TVRI Kepulauan Yapen, Ketua Paguyuban Panjawi, dan bapak Haji Adhan Arman (tokoh masyarakat di Serui dan satu-satu muslim yang akan mengikuti pencalonan kepala daerah di Kepulauan Yapen). Para tokoh tersebut di atas sangat antusias dengan kedatangan tim dari Dewan Da’wah dan menyampaikan terimakasih kepada para muhsinin/donatur yang telah menaruh perhatian kepada korban gempa di Kepulauan Yapen Serui, terutama bagi minoritas muslim karena tidak seperti tempat-tempat bencana yang lain, di Serui ini terlihat sepi sekali dari perhatian NGO muslim yang biasanya ramai terjun di lokasi bencana. Bagi para muhsinin/donatur yang ingin berinfaq untuk membantu korban gempa di Serui & pembangunan sebuah rumah sederhana bagi para Muallaf korban gempa di Serui, silahkan menghubungi LAZIS Dewan Da’wah di 319 01233 atau SMS 0812 81 09391. (AS) Ustadz Abu Imam Abdu Rahim Rumbara bersama sebagian korban gempa di Serui Papua
|